Telah dibuka www.ds-store.web.id Sedia CD/DVD film dokumenter, media pembelajaran, game, software, maupun film2 Anime full episode/ sampai episode terbaru..  


DOUBLE STICK: PEMBELAJARAN SEJARAH INOVATIF

Share on :
     Barangkali judul di atas merupakan sesuatu yang aneh di benak pembaca. Double Stick sering terkait dengan alat yang dipergunakan dalam olah raga bela diri 'nunchaku' atau biasa disebut ruyung. Alat yang terdiri dari tongkat kecil ini dan ada rantainya ini biasanya dipergunakan aktor laga Bruce Lee dalam aksi film-filmnya. Namun demikian, double stick yang akan dibahas dalam tulisan ini bukan alat beladiri yang sudah dijelaskan di atas, melainkan sebentuk pembelajaran yang menarik dan inovatif.

Pada dasarnya tidak ada yang salah dalam kegiatan pembelajaran sejarah yang selama ini diberikan pada siswa di sekolah. Sejarah adalah ilmu tentang masa lalu. Sejarah juga terkait dengan apa yang bisa tersampaikan dari catatan tentang masa lalu. Di sisi lain, pembelajaran sejarah merupakan sebentuk proses transformasi pengetahuan kesilaman tersebut pada siswa di sekolah. Namun demikian, dalam proses penyampaian masa lalu tersebut terdapat hambatan psikologis, kultural, dan emosi yang mungkin memasuki benak para siswa sehingga mereka kurang bisa memperoleh pengetahuan seperti apa yang diinginkan oleh guru. Di sinilah pentingnya seorang guru untuk melakukan perubahan, penambahan, dan berkreasi terhadap pembelajaran yang akan dilaksanakan.


Meskipun metode sebelumnya tidak serta merta dianggap jadul, kuno, dan jelek, alangkah baiknya seorang guru berusaha berkaca dari apa yang telah diberikan pada siswanya. Metode ceramah tidak mungkin selalu dipergunakan guru dalam setiap pertemuan belajar. Demikian pula metode mencatat, menghafal, dan dikte yang meskipun baik, namun tentu saja siswa lebih membutuhkan semangat variatif dari apa yang disajikan oleh guru.

Salah satu metode yang bernas untuk diterapkan dalam rangka meningkatkan motivasi siswa adalah double stick. Metode ini merupakan pengembangan dari metode tanya jawab biasa. Namun, kelebihan metode ini adalah adanya usaha membangkitkan motivasi dan usaha siswa untuk memberikan pertanyaan dan jawaban yang paling baik. Jika sebelumnya tanya jawab berlaku pada guru sebagai penanya dan siswa sebagai pihak yang harus menjawa pertanyaan, maka dalam metode ini yang bertanya dan menjawab adalah siswa sendiri. Guru hanya mengendalikan saja jalannya kegiatan belajar. Oleh karena, metode ini membutuhkan subyek siswa yang aktif yang mencari sumber informasi pengetahuan secara mandiri dan kreatif, maka metode ini termasuk dalam pendekatan cooperative learning yang bercorak konstruktivisme.

Secara teknis dan prosedur, metode ini dapat dijelaskan sebagai berikut: 
  • Pertama, guru membawa dua tongkat kecil seukuran tongkat estafet dalam cabang atletik.  
  • Kedua, guru menjelaskan tentang fungsi kedua tongkat tersebut. Tongkat pertama sebagai tongkat penanya, sedang tongkat kedua sebagai penjawab. Siswa yang mendapatkan tongkat pertama (biasanya diberi tanda khusus), maka ia harus memberikan pertanyaan kepada siswa yang kebetulan mendapatkan tongkat penjawa. 
  • Ketiga, guru mengatur laju jalannya tongkat. Bisa jadi tongkat diberikan pada anak yang duduk paling depan, sedangkan tongkat penjawa diberikan pada anak yang duduk di belakang, atau sebaliknya. Dalam mengendalikan kedua tongkat yang berjalan di antara siswa sangat disarankan guru membawa alat tape recorder, Hp, atau memainkan alat musik sehingga alur permainan double stick semakin menarik. Ketika suara musik dimatikan oleh guru, berarti jalannya kedua tongkat berhenti dan dapat terlihat siapa siswa yang sedang memegang baik tongkat penanya maupun penjawab. 
  • Keempat, guru mempersilahkan anak yang memegang tongkat penanya untuk memberikan pertanyaan. Guru mengusahakan agar pertanyaan lebih berkembang pada peningkatan logika berpikir anak atau ke arah pemahaman materi belajar. 
  • Kelima, guru mempersilahkan siswa yang memegang tongkat penjawab memberikan jawaban tersebut. Usahakan ada waktu bagi siswa tersebut untuk berpikir dan menjawab, namun jangan terlalu lama, maksimal 3 menit. 
  • Keenam, setelah terjawab, gantian guru mempersilahkan siswa penanya apakah jawaban tersebut sudah sesuai dengan maksud pertanyaan atau kunci jawaban yang sudah dibuatnya. 
  • Ketujuh, guru kemudian memberikan aplaus tepuk tangan bagi siswa yang ternyata memberikan jawaban yang baik. 
  • Kedelapan, guru mengulangi kembali fase dan tahapan yang sama untuk siswa berikutnya.


Source : Forumgurusejarahkendal


Sama-sama pecinta blogger jangan lupa follow blog dhoni-ds ya..
jangan lupa komentarnya juga..:-)


Related Posts by Categories

1 komentar:

dinnah athiyah mengatakan... 18 Agustus 2013 15.09

wahaha ternyataa anak semarang yaahh salam buat mbak ulfa yooo..

Post a Comment and Don't Spam!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Rank

Blogger Tricks

Blogger Themes

Footer Widget 2

.